Prospek Kerja Ekonomi Syariah Era Milenial di Indonesia

  • Whatsapp
Prospek Kerja Ekonomi Syariah di Indonesia

Prospek kerja ekonomi syariah di Indonesia berbanding seimbang dengan pendidikan ilmu ekonomi yang saat ini bukan hanya terbatas pada pendidikan ekonomi konvensional saja, akan tetapi juga masyarakat atau pelajar dikenalkan dengan pendidikan ekonomi syariah, atau pendidikan ekonomi Islam. Ini merupakan bukti bahwa dunia pendidikan mencoba untuk membentuk dan menyediakan profesional-profesional ekonomi syariah yang dibutuhkan oleh pasar.

Pendidikan Ekonomi Syariah kini menjadi tren dikalangan pelajar seluruh Indonesia, dikarenakan adanya kebutuhan ahli dari pada Pelaku Ekonomi Syariah. Jurusan Ekonomi syariah, sekarang bukan hanya ada pada Perguruan Tinggi, atau Universitas-universitas Islam saja, tetapi Perguruan Tinggi maupun Universitas umum pun juga membuka prodi ekonomi syariahnya dan sangat eksis keberadaanya.

Read More

Hal tersebut di atas menandakan bahwa tenaga ahli ekonomi syariah kedepannya akan terus dibutuhkan oleh dunia kerja. Selain Indoensia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, ini juga berarti kegiatan ekonomi syariah menjadi komoditas utama bagi masyarakat Islami, setidaknya mereka akan merasakan berhasrat untuk bagaimana menjalankan kegiatan ekonomi berbasis syariah dalam kehidupannya.

Baca Juga: Memahami Konsep Etos Kerja Dalam Prespektif Islam

Kita semua tahu, bahawa pendidikan pada umumnya selain untuk meningkatkan atau menggali potensi diri, maupun untuk menunjukkan identitas diri, juga sebagai sarana memperoleh lapangan kerja. Inilah yang terjadi pada umumnya di masyarakat kita, dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan suatu jurusan tertentu juga membutuhkan jasa atau tenaga kerja tersebut. Begitu pula Pendidikan dalam bidang ekonomi syariah diperlukan oleh semua kalangan dan tidak menutup kemungkinan pada perusahaan, lembaga keuangan atau jasa, baik swasta maupun negeri.

Memang secara spesialis para ahli dibidang ekonomi Islam ini, pada Lembaga atau Usaha Ekonomi Islam tetapi bagi perusahaan-perusahaan umum dan pelayanan jasa pegawai negeri juga dibutuhkan. Inilah yang dimaksud dari pada prospek kerja ekonomi syariah, dimana seseorang yang telah menguasai dari pada bidang ekonomi Islam atau Syariah, harapan atau kemungkinan untuk mendapat peluang kerja pada lapangan Kerja yang telah ada di Indonesia.

Prospek Kerja Ekonomi Syariah Yang Ada di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa prospek kerja Ekonomi Syariah yang ada di Indonesia:

1. Tenaga Pendidik (Guru atau Dosen)

Hal yang paling utama bagi seorang ahli dalam bidang ekonomi syariah adalah mereka bisa menjadi seorang pengajar, baik itu guru maupun dosen, tergantung minat diamana dia akan membagiak ilmu yang dia miliki.

Tentu sangat berbeda tingkat jenjang pendidikan yang hendak diambil jika ingin menjadi seorang pengajar di salah satu lembaga pendidikan yang ditujunya. Jika ingin menjadi guru ekonomi syariah di sekolah swasta atau negeri, dari jenjang tingkat SLTP dan SMU, cukup dia hanya mengambil Kuliah S1 Ekonomi Syariah/Islam, sedang untuk menjadi dosen ekonomi Islam atau  syariah minimal mengenyam pendidikan pada tingkat S2.

Menjadi tenaga pengajar sangatlah istimewa dengan nilai luhur tinggi, karena dimana seseorang pelajar akan mengenal tentang ilmu-ilmu ekonomi syaraih, ialah dari para guru atau dosen? Seseorang bisa menjadi direktur perbankan syariah atau pimpinan-pimpinan lembaga keuangan, menjadi seorang pengusaha Islami sukses, menjadi seorang karywan di perusahaan ternama, maupun menjadi Pegawai Negeri Sipil, awalnya adalah dari pendidikan dengan pengetahuan yang diberikan oleh seorang guru maupun dosen. Menjadi seorang pengajar bisa menjadi guru ekonomi, guru akutansi islam, dosen Ekonomi Islam, Manajemen Islam, dan lain sebagainya.

2. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Tidak menutup kemungkinan, seorang ahli ekonomi Islam menjadi Pegawai Negeri Sipil, karena Pegawai Negeri Sipil menerima semua status pendidikan, sesuai bidang yang ada dalam pemerintahan. Bisa menjadi guru maupun dosen PNS, bisa bekerja di Kementerian Agama, bekerja menjadi Bendaharawan Negara, dan lain sebagainya pada bagian badan Pegawai Negeri Sipil pada kementrian atau dinas-dinas yang membutuhkan keahliannya.

Apalagi zaman sekarang untuk gelar-gelar lulusan program studi ekonomi syariah, tidak dibedakan dengan lulusan dari perguruaan tinggi ekonomi umum (konvensional), gelar dibelakang tidak lagi mencantumkan keterangan syriahnya, contohnya saja sarjana ekonomi syariah, biasa disingkat SEI atau S.Sy, tapi sekarang sudah cukup disingkat SE, sehingga menjadi sama rata dimata pemerintahan.

3. Pakar Ekonomi Syariah

Seseorang yang menguasai ilmu ekonomi syariah, jika dengan tekun dia mempelajari daripada perkembangan ekonomi global saat ini, maka kemungkinan dia akan menjadi seorang pakar ekonomi islam, atau ilmuan ahli dalam bidang ekonomi baik ekonomi syariah, maupun konvensional.

Baca Juga: Kerjasama Ekonomi Islam Menurut Ulama Fiqh dan Bentuk-bentuknya

Semakin dia belajar hingga jenjang yang tinggi dan menguasai pengetahuan dan pengalaman pada pasar global dengan penelitian dan praktek di lapangan, kemudian dia banyak menulis atau menuangkan ide-ide barunya, serta berusaha dengan Ijtihadnya atau pemikirannya meneyelesaikan masalah ekonomi dunia sekarang, dengan teori-teori yang dia tawarkan, tidak menutup kemungkinan dia menjadi seorang pakar Ekonomi.

Demikian akan lebih memberikan manfaat kepada masyarakat dan bangsa. Bahkan bisa jadi dia diangkat menjadi Menteri dalam bidang Perekonomian. Dengan kemampuannya dia bisa membantu atau memberikan terobosan baru dalam mensejahterakan rakyat dengan Pola Perkonomian Syariah.

Salah satu contoh pakar Ekonomi Islam yaitu, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.ec. yang terkenal dengan teori-teorinya maupun pembahasan tentang Perbankan Islam.

4. Pegawai atau Staff Lembaga Islam

Lembaga-lembaga ke-Islaman di Indonesia bisa kita ketahui semisal adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Lembaga Islam swasta lainnya seperti dalam bagian keanggotaan lembaga sosial masyarakat Islam, contoh NU, Muhammadiyah, LDII, dan lain sebagainnya.

Pengetahuan ekonomi Islam sangat penting untuk mengontrol masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam dalam menjalankan kegiatan perekonomian, semisal dalam bidang Fatwa MUI, maupun organisasi Islam lainnya, untuk menetapkan boleh tidaknya suatu transaksi ekonomi pada Perusahaan barang dan jasa. Baik ditinjau dari cara atau kaifiat dalam transaksi ekonomi Islam.

Seseorang yang mampu mengeluarkan fatwa, atau arahan dalam berekonomi sesuai islam hendaknya harus ahli dalam bidang ekonomi islam, baik dari manajemen islam, cara bisnis islami, akad-akad transaksi ekonomi islam, hukum-hukum ekonomi islam. Lembaga – lembaga islam sangat diperluakan juga dalam mengarahkan masyarakat dalam penggunaan harta seperti zakat baik sebagai penampung, penyalur dan pensosialisasi zakat yang benar.

5. Pegawai atau Bankir Syariah

Pada zaman ini, sangat diperlukan seorang ahli maupun staff dari pada Perbankan yang bergerak dalam bidang Syariah. Masyarakat Indoensia kini banyak yang mulai melirik Bank-Bank Syariah, disebabkan adanya masukan atau pengetahuan tentang betapa pentingnya setiap kegiatan apapun bahkan dalam bidang ekonomi menggunakan cara-cara Islami atau syariah.

Kini hadir daripada bank-bank dengan prinsip syariah, bahkan cabang dari pada Bank Konvensional, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Mandiri, Bank nasional Indonesia, dan lainnya. Adanya BNI Syariah, BRI Syariah, dan Mandiri Syariah, menunjukkan intensitas keberadaan Syariah telah diterima banyak masyarakat, maka diperlukan pulan staff ahli dalam bidangnya.

Pada akhirnya tak jarang orang yang bekerja di Perbankan Konvensional banting setir kepada Lembaga Keuangan Syariah. Ini harus diperhatikan sungguh-sungguh, dikhawatirkan dia tidak benar-benar ahli dalam bidang akad, bertransaksi secara syariah atau tidak memiliki jiwa syariah, sehingga seoalah-olah program produk yang ditawarkan Perbankan syariah hanya sebatas produk saja, yang sebenarnya lebih dari itu, yaitu akad, dan niat yang benar serta transaksi yang menghindari unsur kedzoliman dan riba.

6. Karyawan dan Anggota Koperasi Syariah

Sesorang yang memiliki pengetahuan dalam bidang ekonomi syariah, tidak dipungkiri jika dia bisa juga menjadi anggota atau karyawan dari Koperasi Syariah. Menjadi keanggotaan Koperasi Syariah merupan hal yang lumrah dilakukan oleh seseorang dengan semangat seorang ekonom Islami. Selain itu bisa juga dia menjalankan Koperasi dengan berbasis Syariah.

Baca Juga: Syarat Menjadi Anggota Koperasi Yang Baik dan Benar

Hal ini bagi seseorang yang ahli dalam bidang ekonomi syariah, sangat dibutuhkan bagi Koperasi Syariah. Layaknya pada lembaga keuangan syariah lainnya. Karyawan atau Anggota Koperasi Syariah yang sedang menjalankan hendaknya faham produk barang dan jasa yang ditawarkan terkait akad atau transaksi-transaksi secara syariah.

7. Pegawai Pegadaian Syariah

Pegadaian Syariah memang awal induknya dari pegadaian konvensional. Dan kini telah ada cabang lain yaitu Pegadaian Syariah, dikarenakan tuntutan zaman, masyarakat mulai mengenal dan bertransaksi dengan metode-metode syariah.

Tentu pegawai Pegadaian syaraiah membutuhkan dari pada staff perusahaannya yang dapat melayani masyarakat sesuai akad dalam Pegadaian Syariah tersebut dengan ilmu pengetahuan yang dia miliki. Seorang ahli ekonomi syariah bisa saja menjadi Pegawai dari Pegadaian Syariah sesuai dengan bagian yang dia tempati.

8. Marketing atau Karyawan Asuransi Syariah

Asuransi syariah kini juga telah berkembang lebih dikenal dengan asuransi takaful. Lembaga asuransi ini juga merupakan prospek kerja bagi kompetensi-kompetensi ekonomi syariah.

Menawarkan polis-polis yang sesuai dengan syariah juga dibutuhkan agar orang-orang banyak yang tertarik berasuransi dengan cara yang benar dan syariah, sehingga kehidupan akan aman dan mendapatkan keberkahan dari asuransi syariah.

9. Pengusaha atau Pembisnis Syariah

Dengan keahlian yang dimiliki seorang master ekonomi syariah, tentu terkadang tidak hanya ingin menjadi seorang pegawai, tetapi sebagai Pelaku ekonomi yang bisa mengusai pasar ekonomi Global, dengan prinsip-prinsip syariah.

Seorang ahli ekonomi syariah selain punya prospek kerja dengan menjadi seorang ahli atau pakar ekonomi, maupun staff yang diperlukan pada lembaga keuangaan syariah, lembaga Islam lainnya, baik negeri maupun swata, dia juga bisa menjadi pembisnis, menjalankan usaha sesuai kemampuan dan keahlias selain menguasai ilmu bertransaksi yang seusuai dengan cara-cara Islami.

Itulah sederet Prospek-prospek kerja bagi seseorang yang menguasai Ekonomi Syariah, tergantung pelaku diamana dan hendak menjadi apa dia dengan keahlian dan kemampuan yang sudah ada di tangan dia untuk mengamalkan Ilmu ekonomi Islam yang sudah dia pelajari.