Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli, Pahami Sebelum Menawarkan

  • Whatsapp
Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli, Pahami Sebelum Menawarkan

Perilaku konsumen menurut para ahli, berikut adalah pandangan dan pemikiran mereka yang dapat dijadikan sebagai dasar pengetahuan dalam memahami seperti apa perilaku konsuman yang harus diketahui agar kegagalan dalam membuat dan menawarkan produk dapat diminimalisir dengan baik.

Perilaku konsumen merupakan dasar yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli atau memanfaatkan suatu barang atau jasa. Ada beberapa definisi perilaku konsumen yang dipaparkan oleh para ahli ekonomi baik ahli ekonomi dalam negeri ataupun luar negeri.

Read More

Mengapa perilaku konsumen ini perlu dipelajari? Mengenali tindakan konsumen dalam mengambil keputusan adalah usaha yang dilakukan agar apa yang ditawarkan kepadanya sesuai dengan apa yang dibutuhkannya. Sehingga kesiapan untuk menawarkan atau memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen dapat mencapai kesuksesan yang maksimal.

Adapun berikut adalah pengertian atau pemahaman perilaku konsumen menurut para ahli:

Baca Juga: 4 Karakteristik Marketing Syariah Yang Harus Dipertahankan Pada Koperasi Syariah

Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

Sopiah dan Sangadji

  1. Perilaku konsumen merupakan disiplin ilmu yang mempelajari perilaku individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang digunakan konsumen untuk menyeleksi, menggunakan produk, pelayanan, pengalaman (ide) untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, dan dampak dari proses-proses tersebut  pada konsumen dan masyarakat.
  2. Perilaku konsumen tindakan yang dilakukan oleh konsumen guna mencapai dan memenuhi kebutuhannya baik dalam penggunaan, pengonsumsian, dan penghabisan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan yang menyusul.
  3. Perilaku konsumen tindakan atau perilaku yang dilakukan konsumen yang dimulai dengan merasakan adanya kebutuhan dan keinginan, kemudian berusaha mendapatkan produk yang diinginkan ,mengonsumsi produk tersebut, dan berakhir dengan tindakan-tindakan pasca pembelian, yaitu perasaan puas atau tidak puas.

Schiffman & Kanuk

Perilaku konsumen adalah sesuatu merujuk  pada perilaku yang ditunjukkan seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, menilai, dan menentukan produk, jasa, serta ide atau gagasan, semua disebutkan memiliki pengertian serupa dimana hal itu akan menyebabkan usaha dalam pengambilan keputusan pembelian suatu barang dan jasa.

Keputusan pembelian itu adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan. Ketika telah memutuskan untuk melakukan pembelian, artinya bahwa seseorang telah membuat keputusan, sebelum memutuskan pastinya tersedia beberapa alternatif pilihan.

Keputusan untuk membeli dapat mengarah pada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan. Sehingga dalam hal ini nantinya  perilaku konsumen dalam pembelian biasanya sangat bergantung pada strategi bauran pemasaran yang digunakan yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion).

Kotler dan Keller

Selanjutnya menurut ahli Kotler dan Keller perilaku konsumen adalah  suatu studi tentang bagaimana tindakan individu, organisasi, dan kelompok dalam membeli, memilih dan menggunakan ide, produk maupun jasa dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Adapun ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen adalah faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologi.

1. Faktor-faktor kebudayaan

Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur, sub-kultur, dan kelas sosial pembeli. Faktor kebudayaan juga merupakan kumpulan nilai–nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.

2. Faktor Sosial

Perilaku seorang konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti perilaku kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga, serta peran dan status sosial dari konsumen.

Kelas sosial akan mempengaruhi jenis produk, jenis jasa, dan merek yang dikonsumsi oleh konsumen. Kelompok status mencerminkan suatu harapan komunitas akan gaya hidup di kalangan masing–masing kelas dan juga estimasi sosial yang positif atau negatif mengenai kehormatan yang diberikan kepada masing–masing kelas.

Adapun kelompok referensi sebagai acuan atau rujukan bagi individu dalam pembentukan kepercayaan sikap dan perilaku adalah sebagaimana berikut:

a. Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder

Kelompok primer merupakan kelompok dengan interaksi yang tidak terbatas, sesama anggotanya sudah saling mengenal dan memperlihatkan kesamaan yang mencolok dalam kepercayaan dan perilaku. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang interaksinya bersifat lebih sporadis, kurang komperhensif, dan kurang berpengaruh dalam membentuk gagasan dan perilaku.   

b. Kelompok Aspirasi dan Kelompok Disosiatif

Kelompok aspirasi merupakan kelompok yang didalamnya terdapat keinginan untuk mempergunakan norma, nilai serta perilaku orang lain. Sedangkan kelompok disosiatif adalah kelompok yang nilai–nilainya atau normanya berusaha dihindari oleh orang lain. 

c. Kelompk Formal dan Kelompok Informal

Kelompok formal merupakan kelompok yang memiliki peraturan–peraturan yang tegas, organisasi dan strukturnya dimodifikasi secara tertulis dan hubungan antara anggotanya didasarkan pada aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan kelompok informal merupakan kelompok dengan lebih sedikit struktur dan mungkin didasarkan pada persahabatan atau persamaan – persamaan yang dimiliki anggotanya. 

3. Faktor Pribadi

Faktor Pribadi adalah dimana keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan kondisi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Faktor pribadi meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli, pekerjaan dan keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, serta gaya hidup dan nilai. Seseorang mengubah barang dan jasa yang mereka beli selama hidup mereka. Selera terhadap makanan, pakaian, dan rekreasi sering kali berhubungan dengan usia.

Pekerjaan seseorang akan mengarahkan pada kebutuhan dan keinginan seseorang dalam mengkonsumsi barang maupun jasa yang diinginkan. Pekerjaan juga mempengaruhi pola konsumsi. Para pemasar berusaha untuk mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang memiliki minat lebih diatas rata-rata produk dan jasa yang mereka hasilkan.

Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yaitu pengahasilan yang dapat dibelanjakan, tabungan dan aset, kekuatan pinjaman, dan sikap terhadap pengeluaran dan tabungan.

Baca Juga: Cara Memulai Usaha Baru Menurut Islam Agar Lancar Dan Berkah

4. Faktor Psikologis

Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi pula oleh empat faktor psikologis utama, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran (learning), serta keyakinan dan sikap.

a. Motivasi

Motivasi adalah kecenderungan atau suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia. Motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan –  kegiatan guna mencapai suatutujuan.

b. Persepsi

Persepsi adalah proses bagaimana stimuli-stimuli (rangsangan) diseleksi, diorganisasikan, dan diinterpretasikan. Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. Persepsi yang dibentuk oleh seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya. 

c. Pembelajaran

Pembelajaran dapat dipandang sebagai proses dimana pengalaman menyebabkan perubahan dalam pengetahuan, sikap atau prilaku. Sehingga dengan semakin konsumen memiliki suatu pengetahuan tentang keadaan suatu produk barang dan jasa maka kebutuhannya tentu akan menyesuaikan dengan keadaan dari pada hal-hal yang diketahui berkaitan dengan barang dan jasa tersebut.

d. Keyakinan dan Sikap

Keyakinan dan sikap merupakan hal yang mempengaruhi konsumen dalam bertindak untuk mengambik keputusan dalam memanfaatkan barang dan jasa. Bagaimana dia akan memanfaatkan barang tersebut jika ternyata menimbulkan gejolak pribadi yang dimana produk yang ditawarkan ternyata tidak meyakinkan manfaatnya bagi dirinya.

John C. Mowen & Michael Minor

Perilaku konsumen adalah suatu studi tentang unit pembelian “buying unit” dan  proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide-ide.

The American Marketing Association

Perilaku konsumen adalah proses dalam membagai interaksi yang dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan yang mana seseorang akan melakukan pertukaran dalam hal aspek kehidupannya

Swastha dan Handoko

Swastha dan Handoko bahwa perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat menggunakan dan mendapatkan barang atau jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan – kegiatan tersebut. Swastha dan Handoko  membagi teori perilaku konsumen menjadi empat jenis, yaitu:

1. Teori Ekonomi Mikro

Dalam teori ini menjelaskan bahwa keputusan untuk membeli merupakan hasil perhitungan ekonomis rasional yang sadar. Pembeli individual berusaha menggunakan barang-barang yang akan memberikan kegunaan (kepuasan) paling banyak, sesuai dengan selera dan harga-harga relatif.

2. Teori Psikologis

Teori ini mendasari faktor-faktor psikologis individu untuk selalu dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan, yang merupakan penerapan dari teori-teori bidang psikologis dalam menganalisa perilaku konsumen.

3. Teori Sosiologis

Teori ini lebih menitik beratkan pada hubungan dan pengaruh antara individu-individu yang dikaitkan dengan perilaku mereka jadi lebih mengutamakan perilaku kelompok dari pada perilaku individu.

4. Teori Anthropologis

Teori ini sama dengan teori sosiologis, teori ini juga menekankan pada tingkah laku pembelian dari suatu kelompok tetapi kelompok yang diteliti adalah kelompok masyarakat luas antara lain: kebudayaan (kelompok paling besar), sub kultur (kebudayaan daerah) dan kelas-kelas sosial.

Baca Juga: Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Memilih Produk

Demikian uraian tentang pemikiran dan pandangan tentang perilaku konsumen menurut para ahli, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi kita semua.